Foto Gedung SMK At-taajir Bogor

Foto Gedung Sekolah Tampak Depan

Foto Gedung SMK At-taajir Bogor

Foto sarana gedung sekolah

Foto Gedung SMK At-taajir Bogor

Foto sarana gedung sekolah

Foto Gedung SMK At-taajir Bogor

Foto Sarana Gedung Sekolah

Foto Gedung SMK At-taajir Bogor

Foto sarana sekolah

Pages

Sabtu, 08 Desember 2012

Banner







Senin, 26 November 2012

13 Hal yang Dirahasiakan SDM

13 Hal yang Dirahasiakan SDM

1. "Setelah Anda menganggur lebih dari enam bulan, Anda akan dianggap sulit diterima bekerja. Kami berasumsi bahwa orang lain lebih berpeluang dari Anda, sehingga kami pun tidak mau berurusan dengan Anda." -Cynthia Shapiro, mantan eksekutif divisi SDM.

2. "Dalam hal mengenai mencari pekerjaan, orang yang Anda kenal akan sangat berpengaruh. Tidak peduli seberapa bagus CV Anda atau seberapa hebat pengalaman Anda, semuanya sangat bergantung pada koneksi." -Direktur SDM di fasilitas kesehatan.

3. "Jika Anda mencoba mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan tertentu, sering kali hal terbaik untuk dilakukan adalah untuk menghindari bagian SDM sepenuhnya. Carilah seseorang di perusahaan tersebut yang Anda kenal, atau hubungi langsung manajer rekrutmen." -Shauna Moerke, administrator SDM di Alabama.

4. "Orang mengira seseorang akan membaca surat lamaran mereka. Saya belum pernah membaca satu pun surat lamaran dalam 11 tahun." -Direktur SDM di sebuah perusahaan jasa keuangan.

5. "Kami akan menilai Anda berdasarkan alamat email Anda. Terutama jika nama alamat email tersebut merupakan sesuatu yang tidak pantas seperti kinkyboots101@hotmail.com atau johnnylikestodrink@gmail.com." -Rich DeMatteo, konsultan rekrutmen di Philadelphia

6. "Jika Anda berusia 50-an atau 60-an tahun, jangan menuliskan tahun kelulusan Anda pada CV." -SDM profesional sebuah perusahaan menengah di North Carolina.

7. "Ada mitos bahwa CV harus terdiri dari satu halaman saja. Sehingga banyak orang yang mengirimkan resume mereka dalam format tulisan yang kecil. Tidak ada yang akan membacanya." -Direktur SDM di sebuah perusahaan jasa keuangan.

8. "Saya selalu membaca resume dari bawah ke atas Dan saya tidak punya masalah dengan resume yang terdiri dari dua halaman, tapi tiga halaman terlalu banyak." -Sharlyn Lauby, konsultan personalia di Florida.

9. "Kebanyakan dari kita menggunakan sistem pelacakan para pemohon yang memindai resume berdasarkan kata kuncinya. Rahasia agar resume Anda terjaring oleh sistem tersebut adalah dengan mengambil kata-kata kunci langsung dari deskripsi pekerjaan dan sertakan ke dalam resume. Semakin kata kunci yang cocok, maka akan semakin besar kemungkinan resume Anda akan terpilih dan dapat dilihat oleh petugas perekrutan. " -Chris Ferdinandi, profesional personalia di wilayah Boston.

10. "Resume tidak perlu diberi warna untuk terlihat menonjol. Ketika saya melihat sedikit warna, saya menyeringai. Dan ketika saya melihat begitu banyak warna, saya merasa ngeri. Saya akan membuangnya dan resume Anda pun tidak akan dilihat lagi sebagai sesuatu yang baik. Itu sebenarnya sedikit menyeramkan. " -Rich DeMatteo
11. "Sangat mengejutkan ketika orang  datang untuk wawancara dan berkata, 'Bisakah Anda ceritakan tentang pekerjaan di sini?" Yang benar saja. Ada yang namanya internet. Carilah di sana. " -Profesional personalia di New York City.

12. "Banyak manajer tidak ingin mempekerjakan orang yang memiliki anak kecil, dan mereka menggunakan segala macam trik untuk mengetahui hal itu, secara ilegal. Ada personalia yang menyimpan foto dua anak yang lucu di mejanya meskipun ia tidak memiliki anak (berharap calon karyawan akan bertanya tentang mereka). Sementara yang lain biasanya mengantar calon pegawainya berjalan menuju mobilnya untuk mencari tahu apakah mereka memiliki kursi mobil anak-anak." -Cynthia Shapiro

13. "Apakah akan lebih sulit untuk mendapatkan pekerjaan jika Anda gemuk? Tentu saja. Para manajer rekrutmen membuat penilaian dengan cepat berdasarkan stereotipe. Para manajer tersebut hanya mengikuti karakter George Clooney di film  “Up in the Air”, yang mengatakan 'Aku seorang yang melakukan stereotipe. Itu lebih cepat.'" -Suzanne Lucas, seorang mantan eksekutif personalia.

Tip Berbusana untuk Wawancara Kerja

Tip Berbusana untuk Wawancara Kerja

Berpakaian yang pantas saat wawancara kerja sangatlah penting.  Kita tentunya tidak ingin mengacaukan kesempatan pertama yang mungkin juga adalah kesempatan satu-satunya yang kita miliki hanya karena alasan ‘salah kostum’.

Hal pertama yang perlu kita perhatikan adalah kepribadian atau gaya perusahaan itu. Jika Anda melamar ke perusahaan periklanan, media hiburan dan lifestyle, atau untuk pekerjaan di bidang kreatif, busana apa pun asal trendi dan tetap sopan tentu bisa digunakan. Namun untuk perusahaan seperti bank, firma hukum, atau perusahaan yang menyediakan jasa konsultan, gaya berpakaiannya pun sedikit konservatif. Tidak mungkin kita datang saat wawancara kerja dengan color-blocking outfit seperti celana panjang warna kuning terang dan atasan yang berwarna ungu. Mereka mungkin akan menganggap Anda tidak menghargai perusahaan tersebut dengan berpakaian seperti itu.

Lalu pakai baju apa? Celana panjang atau rok hitam dipadu-padankan dengan atasan putih? Apakah Anda familiar dengan kombinasi ini? Kombinasi ini adalah pilihan paling aman untuk kita, tapi juga terlihat membosankan. Masih banyak cara berbusana selain hitam-putih yang akan membuat Anda terlihat sopan, trendi, dan juga modern saat wawancara kerja, sehingga bukan tak mungkin akan memberi nilai tambah di mata pewawancara. Berikut ini contohnya.


1. Hitam mungkin terkesan membosankan tetapi Anda bisa memadu-padankan hitam dengan warna apa pun untuk menciptakan kesan yang jauh dari membosankan.  Entah itu celana panjang, rok, atau dress hitam, salah satunya harus ada di lemari pakaian Anda. Pilihan warna lainnya adalah warna-warna tanah atau warna pastel lembut seperti coklat atau krem. 


2. Jangan terlalu banyak memperlihatkan kulit Anda. Pastikan atasan Anda tidak menunjukkan bagian-bagian tertentu dari tubuh Anda yang akan dianggap tidak pantas atau tidak sopan. Tak harus kemeja berkerah. Anda tak sedang akan ikut ujian di kampus. Anda bisa menggunakan blus tanpa lengan, atau bahkan tank top polos. Namun gunakan blazer untuk menutupi lengan yang terbuka. Blazer akan membuat Anda terlihat lebih profesional, sopan, dan modern. Anda juga bisa memadu-padankan blazer dengan dress.


3. Jika Anda merasa satu atau dua warna yang Anda pakai terlalu biasa dan membosankan, tambahkan ikat pinggang dengan warna yang berbeda.

4. Pakai sepatu yang tertutup. Dianggap lebih sopan jika Anda tidak menunjukkan jari-jari kaki Anda. Hindari menggunakan sepatu baru karena mungkin saja sepatu baru akan membuat kaki Anda sakit atau membuat kulit Anda terkelupas. Hindari juga sepatu dengan hak yang terlalu tinggi, tentunya Anda tidak ingin dianggap terlalu berlebihan, bukan? 


5. Pilih tas berukuran sedang yang mampu menampung semua barang Anda dan tetap terlihat bagus dari luar.


6. Hal lain yang perlu Anda perhatikan adalah memastikan rambut Anda rapi. Entah digerai atau diikat, pastikan rambut Anda sopan dan tidak berlebihan seperti rambut yang ditata untuk pesta. Pastikan kuku Anda bersih, pakai parfum dengan wangi yang tidak berlebihan, dan pakai make-up secukupnya.  Terakhir, pastikan Anda mengetahui isi lemari Anda dan mencoba memadu-padankan apa yang Anda punya sebelum membeli barang baru.

Lepas dari itu semua, hal yang terpenting adalah kepribadian Anda dan bagaimana Anda mempresentasikan diri Anda sendiri. Jadi diri Anda apa adanya, percaya diri, dan sukses untuk wawancara kerja Anda!
Berpakaian yang pantas saat wawancara kerja sangatlah penting.  Kita tentunya tidak ingin mengacaukan kesempatan pertama yang mungkin juga adalah kesempatan satu-satunya yang kita miliki hanya karena alasan ‘salah kostum’.

Enam Pertanyaan Penting dalam Wawancara Kerja

Enam Pertanyaan Penting dalam Wawancara Kerja

Wawancara kerja bisa sangat menegangkan. Bagaimanapun, sulit untuk mengetahui pertanyaan seperti apa yang mungkin ditanyakan oleh calon atasan Anda. Kami mendapat saran dari Lindsey Pollak, penulis buku “Getting from College to Career: Your Essential Guide to Succeeding in the Real World”, sebagai bekal terkait pertanyaan yang harus siap Anda jawab nantinya.

1. Berapa gaji yang Anda harapkan?
Berikan kisaran gaji yang tepat sesuai dengan pekerjaan Anda (lihat di situs Glassdoor.com). Kemudian, berikan jumlah yang sedikit lebih tinggi dari kisaran tadi untuk memberikan ruang negosiasi.

2. Apa yang Anda kerjakan di pekerjaan sebelumnya?

Ini adalah salah satu pertanyaan yang menyebalkan, namun para pengusaha sering menanyakannya,  jadi bersiaplah. Anda dapat mengatakan bahwa perusahaan Anda sebelumnya meminta kepada Anda untuk tidak mengungkapkan informasi saat dulu Anda dipekerjakan, atau berikan saja informasi yang tidak mendetail. Mereka mungkin saja memeriksa, jadi jawab dengan dengan jujur. Itu berarti, gaji Anda saat ini seharusnya tidak mendikte masa depan Anda.

3. Apa kelebihan dan kelemahan Anda?
Jangan membuat  kelebihan sebagai kelemahan Anda. Mereka tidak akan jatuh untuk itu. Sebaliknya, berbicaralah apa adanya dan bagaimana Anda mencoba untuk memperbaikinya. Cobalah mengatakan seperti, "Saya dulu merasa gugup saat menelepon klien, tapi kemudian saya menyadari bahwa semakin sering saya melakukannya, maka akan semakin menjadi mudah." Dengan menunjukkan bahwa kelemahan Anda seolah-olah terjadi di masa lalu, (dan tunjukkan bahwa Anda peduli soal itu) itu berarti  Anda bersedia untuk berubah dan berkembang.

4. Apakah Anda dekat dengan atasan lama Anda?
Anda memiliki atasan yang mengerikan. Pewawancara tidak perlu tahu itu. Ditambah,  mengungkapkan keburukan mantan bos Anda adalah sesuatu yang berbahaya, karena  pewawancara mungkin akan merasa khawatir bila suatu saat Anda akan melakukan hal yang sama kepada mereka jika Anda ternyata diterima bekerja. Cukup katakan "ya" dan lanjutkan hal yang lain.

5. Mengapa Anda meninggalkan pekerjaan lama Anda?
Jangan pernah mengeluh atau mengkritik sesuatu yang terjadi di masa lalu di pekerjaan Anda. Cobalah katakan sesuatu seperti, "Pekerjaan lama saya tidak sesuai dengan harapan saya, dan saya ingin tantangan yang baru." Kemudian ungkapkanlah hal lainnya.

6. Bagaimana Anda mengatasi tantangan di tempat kerja?
Jangan berkata samar-samar. Berikan contoh nyata seperti, "Saya pernah diberi proyek besar di menit-menit terakhir." Kemudian jelaskan bagaimana Anda mengatasi hal tersebut (mengerjakannya hingga larut malam, meminta bantuan dari sesama karyawan, dan lain-lain) dan jelaskan hasil akhirnya.

Rabu, 10 Oktober 2012

Belajar Bahasa Inggris Kelas XII Bersama Mr. Andri Y.


Definis Preference

Preference adalah suatu bentuk pernyataan yang menyatakan perasaan lebih suka dari yang lainnnya. Dalam Bahasa Indonesia, ungkapan ini tidak begitu sulit, dimana kita cukup mengucapkan “Lebih Suka dari”, namun dalam Bahasa Inggris, ada beberapa bentuk yang dapat digunakan untuk menyatakan pernyataan di atas, diantaranya adalah:
1. Prefer
Rumus:
  • Prefer + to infinitive
  • Prefer + nouns + to + nouns
  • Prefer + V-ing + to + V-ing
Contoh:
  • They prefer to stay home (Dia lebih suka tinggal di rumah)
  • My mother prefers lemon to orange juice (Ibu saya lebih suka jus lemon daripada jus jeruk)
  • She prefers swimming to dancing
2. Would rather
Rumus:
  • Would rather + bare infinitives (kata kerja tanpa to)
  • Would rather + bare infinitives + than + bare infinitives
  • Would rather + bare infinitives + nouns + than + bare infinitives + nouns
Contoh:
  • I would rather study now (Saya lebih baik belajar sekarang)
  • She would rather stay home than go shopping (Dia lebih baik tinggal di rumah saja daripada berbelanja)
  • You’d rather speak English than French
3. Would prefer to
Rumus:
  • Would prefer + to infinitives + rather than + bare infinitives
  • Would prefer + to infinitives + nouns + rather than + bare infinitives + nouns
Contoh:
  • They would prefer to sing rather than dance. (Mereka lebih baik bernyanyi saja daripada menari)
  • You’d prefer to play ball rather than take a sleep. (Kamu lebih baik bermain bola daripada tidur)
4. Like
Rumus:
  • Like + nouns / V-ing + better than + nouns / V-ing
Contoh:
  • I like singing a song better than playing a guitar (Saya lebih suka bernyanyi daripada bermain gitar)
  • I like coffee better than tea. (Saya lebih suka kopi daripada teh)
5. Had better
Rumus:
  • Had better + bare infinitives
  • Had better + not + bare infinitives (bentuk negative)
Contoh:
  • You had better study hard (Kamu lebih baik belajar yang giat)
  • You had better not work on Sundays (Kamu lebih baik tidak usah bekerja pada hari Minggu)
Nah, sekarang Anda sudah tahu bagaimana cara mengungkapkan “Lebih suka dari”. Anda dapat menggunakan salah satu diantaranya yang menurut Anda gampang digunakan. Namun, Anda juga perlu untuk mengetahui semuanya, sebab barangkali Anda akan mendengar orang lain mengucapkannya kepada Anda.


Lab. Komputer

Lab. Komputer

Lab. Bahasa

Lab. Bahasa

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...